Kedai Tjikini

Berdiri pada tahun Oktober 2011, Kedai Tjikini didirikan oleh Dharmawan Handonowarih, Heni Wiradimadja, Leo Fabian, Enrico Halim. Pendirian kedai didorong oleh keinginan adanya sebuah tempat makan dan minum berbentuk “kedai”, di mana orang dapat datang, makan, dan minum, serta berbincang, dalam suasana hangat, dengan sajian masakan khas Indonesia. Sebuah tempat yang ramah untuk semua orang. Masakan khas Indonesia, lebih tepat lagi masakan “rumahan”, menjadi pilihan mengingat makin sulitnya dicari masakan seperti itu di tengah banjirnya restoran cepat saji. Lagi pula, di kota besar seperti Jakarta, masakan rumahan tetap mendapat tempat karena unsur lokalitasnya. Kepedulian makanan dan minuman lokal sebagai bagian dari warisan budaya bertemu dalam gedung tua warisan masa lalu yang mewarnai jejak sebuah kota.
Lokasi pertama Kedai Tjikini adalah di jalan Cikini Raya No. 17, Jakarta Pusat, di sebuah bangunan tua, yang diperbaiki dan mendapat fungsi baru sebagai kedai. Kedai Tjikini tidak hanya menjual makanan dan minuman, tetapi juga berbagai program pengembangan wawasan, seperti diskusi buku, apresiasi wastra, workshop kriya, dan sebagainya.
Beberapa makanan yang dijual di Kedai Tjikini dan sudah menjadi cirinya, antara lain Lontong Cap Gomeh, Nasi Lodeh Sambal Kecombrang, Nasi Goreng Belacan, Galantin, Gado-gado Siram, Nasi Cumi, Soto Betawi, Soto Mie, Ketoprak, Nasi Rawon, Pindang Iga dan Pindang Bandeng, dan banyak lagi. Di samping makanan utama, Kedai Tjikini juga menyajikan kudapan, di antaranya lupis, sosis solo, tempe mendoan, pisang bakar, tape bakar, bubur kacang hijau dan ketan hitam.
Menu lain sajian Kedai Tjikini adalah minuman. Minuman terdiri dari kopi dan non kopi. Kopi di Kedai Tjikini adalah kategori specialty coffee dengan penyangraian yang segar (fresh roasted), terdiri dari single origin dan house blend. Yang single origin antara lain dari Aceh Gayo, Toraja, dan Lintong. Pembuatan kopi dilakukan melalui mesin espresso maupun secara manual. Sementara itu, minuman non kopi, akan membawa pengunjung bernostalgia pada minuman di rumah dulu, misalnya dengan sajian Es Cincau Hijau, Es Markisa, Es Sarsaparila, Es Jeruk Nipis, dan sebagainya.
Kedai Tjikini ranting Jakarta Selatatan menempati bekas perumahan karyawan Peruri, berbentuk kopel dan bertingkat dua di jalan Melawai No. 37 E, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pemugaran dilakukan secara hati-hati dengan visi mengembalikan spirit rumah tahun 1950-an, di antaranya dengan tidak mengubah bentuk utama dan fasad. Pembatas ruang memang sebagian dijebol untuk memberi akses lebih leluasa kepada para pelanggan kedai, namun sedapat mungkin ruang-ruang itu tidak diubah total. Warna hijau kaktus dan putih dipilih untuk menciptakan kesan teduh sekaligus sederhana. Area servis yang lama kini digunakan sebagai area dapur, tempat produksi makanan. Ruang keluarga kini menjadi area bar minuman. Lantai dikembalikan dengan menggunakan ubin PC 20×20. Kamar mandi yang besar diperbaiki dan dibagi menjadi toilet dan area wastafel. Perbaikan dilakukan untuk seluruh instalasi listrik, air, septic tank, dan sumur resapan.

Kedai Tjikini di M Bloc Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mulai beroperasi pada 26 September 2019, buka mulai pukul 09.00 s/d 22.30 (pada Sabtu dan Minggu, buka mulai pukul 08.00). Sementara Kedai Tjikini di jalan Cikini Raya Jakarta Pusat, buka setiap hari pukul 07.00 s/d 23.00.

Photos
Venue Details
Working Hours
  • Weekdays
    09.00 s/d 22.30
  • Saturday
    08.00 s/d 22.30
  • Sunday
    08.00 s/d 22.30